Kepedulian Pemuda Bersihkan Sampah Berserakan di Hutan Jati Guwo Pati

Kepedulian pemuda desa Guwo terhadap lingkungan desa merupakan reaksi yang sangat baik dimana banyak pemuda pada umumnya hanya peduli dengan diri mereka sendiri tanpa peduli dengan tempat mereka tinggal. Pesatnya perkembangan teknologi. Munculnya gadget menjadi pemicu/penyebab generasi sekarang ini lebih pemalas karena semua serba instan dan didukung dengan banyak hiburan.
Sesuatu yang sangat luar biasa. Karena pada hari Rabu (3/04/2019) aku  melihat langsung antusias pemuda desa Guwo mulai dari anak-anak sampai pemuda senior bisa bekerjasama dengan baik. Mereka melaksanakan tugas membersihkan sampah plastik atau yang tidak bisa terurai dengan penuh kesadaran dan tangung jawab.

Melihat sampah bertebran di sepanjang jalan hutan jati desa Guwo sampai perbatasan desa Pakel yang merupakan jalan utama menuju waduk gunung Rowo sebagai salah satu tempat wisata yang ada di daerah pati. Tentu banyaknya pengendara yang lewat akan merasa kurang nyaman melihat pemandangan sampah dimana-mana.

Oleh karena itu pemuda desa Guwo yang tergabung dalam ikatan organisasi Karang Taruna "Tunas Karya" serta di bantu juga oleh karang taruna Kecamatan Tlogowungu, OI Pati, Palupi, Kere Hore,  Seven Summit Muria, Sangkupati, Perhutani, DPU dan masyarakat setempat.

Ada 4 titik utama yang menjadi target pembersihan yakni :

  • Sungai belakang Rumah Mantri
  • Sungai Tengah / Jedeng 
  • Perbatasan jati Depan Kandang babi
  • Sepanjang jalan hutan jati
3 Tempat utama adalah lokasi favorite masyarakat membuang sampah, sedangkan di jalan adalah sampah yang di buang oleh pengguna jalan. Sebelum melakukan pembersihan setiap relawan sdah di sediakan perlengkapan seperti : Sarung tangan, plastik dan masker.

Mengingat ini suatu pekerjaan yang menggunakan tenaga, Karang taruna juga sudah menyiapkan makanan ringan dan juga air minum (Aqua gelas, kopi dan Es). Kami berkumpul jam 7:30, Sebagian sudah ada yang lebih awal karena mereka menginap di sana dengan mendirikan tenda. Seperti biasanya setiap kegiatan ada apel bersama lalu jam 8:10 kami sudah mulai melaksanakan bersih-bersih bersama.

Pelaksanaan terbilang cepat selesai karena banyak relawan yang membantu. Semua sampah di masukan dalam kantong plastik dan di angkut dengan truk sampah yang disediakan oleh DPU.

Kegitan ini bukan hanya berlangsung sekali saja namun akan terus berlanjut dilakukan di desa Guwo untuk lokasi-lokasi tertentu yang rawan sampah. Karena masih ada banyak tempat yang harus kami bersihkan. Ya meskipun akan selalu ada orang yang buang sampah sembarangan tapi bukan alasan kami untuk berhenti.

Rencana Lokasi Wisata Desa Guwo

Setelah selesai membersihkan sampah yang berserakan. Kami berkumpul kembali untuk menyantap makanan yang sudah disediakan oleh panitia. Kegiatan berikutnya adalah Outbond berjalan ke lokasi sumber yang katanya akan di jadikan tempat wisata.

Hutan jati yang ada di desa Guwo berpotensi untuk tempat wisata karena tempat yang sejuk dan terbilang cukup bersih, lokasi yang datar menjadi nilai plus dan susunan  pohon yang rapi menjadi daya tarik sendiri.

Potensinya bukan hanya itu saja namun sedikit jauh ke belakang menjauh dari jalan umum. Katanya ada sebuah tempat yang menarik untuk menjadi obyek wisata. meskipun aku sendiri juga belum melihatnya.

Perjalanan cukup lama karena tidak menggunakan kendaraan. Kami bersama-sama menelusuri jalan terjal bebatuan yang jauhnya kurang lebih 1,5 Km. Rasa lelah tidak kami rasakan karena kebersamaan ini memberikan kekuatan untuk terus mencapai apa yang sudah di sebutkan. 

Tapi sayang saat sampai lokasi. Tempat tersebut belum bisa kami jangkau karena medan jalan yang tidak memungkinan untuk bersama-sama sehingga hanya segelintir saja. 

Foto-Foto Kegiatan Bersihkan Sampah Di Hutan Jati Guwo

Persiapan :








Proses Pembersihan Area :












Pemasangan Spanduk :


Istirahat & Makan Bersama :



Disinilah aku melihat sebuah kekompakan yang sangat solid, kerjasama yang baik. Tidak memandang usia dan saling menghargai satu sama lain. Ya ini memang kali pertama aku bergabung di kegiatan desa ataupun organisasi di wilayah tempat aku tinggal.

Ini karena aku bukan penduduk asli di desa Guwo. Kurang lebih baru 1 tahun terakhir dan merupakan tanah kelahiran orang tuaku tapi bukan aku. Kehidupan yang sedikit berbeda dari tempatku sebelumnya.

Kesadaran masyarakat di desa Guwo lebih baik daripada tempatku sebelumnya. Yang mana kejahatan dan keegoisan lebih diutamakan. Aku beruntung bisa tinggal di sebuah desa yang aman, damai, tentram dan sejuk seperti desa Guwo ini.

Selama satu tahun disini aku tidak pernah mengamati desa secara utuh. Penyebabnya karena aku lebih sering di dalam kamar untuk bekerja dan keluar hanya saat olahraga saja. Tapi dengan kegiatan ini, membuatku sadar bahwa banyak yang peduli dengan lingkungan dan peduli satu sama lain.

Penduduk yang ramah meskipun tidak saling kenal membuatku lebih betah untuk terus berada disini. Ya meskipun tetap saja ada oknum yang tidak taat seperti membuang sampah sembarangan. Hal ini mungkin saja di rumahnya tidak memiliki pekarangan sebagai Tempat pembuangan sampah sehingga hutan jati menjadi solusi mereka karena disana di anggap tempat yang tidak menggangu orang lain.

"Masalahnya karena belum tersedianya tempat sampah kusus untuk Pembuangan Sampah Akhir  di desa ini, Mungkin kedepanya hal ini bisa dipertimbangkan untuk mengatasi pembungan sampah sembarangan di desa Guwo."

Memang kesadaran lingkungan itu susah susah gampang. Mengingat ada ribuan sifat orang yang berbeda-beda. Selalu saja ada dua sisi yang berbeda di dunia ini yakni baik dan buruk, siang dan malam, kaya dan miskin dan lain-lain. Begitu juga dengan masalah sampah ini.

Pemuda adalah salah satu ujung tombak untuk menciptakan kesejahtraan di sebuah desa karena dengan pemikiran serta ide-ide merekalah bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa. Karang Taruna "Tunas Karya" merupakan sebuah wadah untuk pemuda desa Guwo.

Meskipun baru saja aktif namun mereka semua sangat antusias untuk kkemajuan desa Guwo menjadi lebih baik. Mulai dari kegitan rutin mingguan, persih-bersih yang baru saja di lakukan dan lain-lain. Aku harap ini berlaku terus-menerus.

Dukungan dari semua pihak tentu sangat membantu demi berlangsungnya semangat api yang ada di hati para pemuda. Dukungan dari pemerintah setempat terutama kepala desa, organisasi lainnya dan masyarakat merupakan alasan kami terus melakukan yang terbaik untuk desa kita tercinta.

Ditulis oleh : Mariyanto

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kepedulian Pemuda Bersihkan Sampah Berserakan di Hutan Jati Guwo Pati"

Posting Komentar