Ingin Mencintai Namun Takut Tak di Cintai

Setiap orang pasti ingin mencintai dan juga ingin di cintai. Berat rasanya jika hidup tanpa cinta, karena pada hakikatnya manusia difitrahkan untuk saling mencintai satu sama lain. Dalam tanda kutip "bukan pacaran" karena memang di haramkan dalam islam.
Mencitai dalam diam
Mencintai adalah perasaan yang timbul dengan sendirinya tidak bisa di tolak ataupun di hindari kedatanganya. Yang menjadi masalah adalah saat rasa itu hadir terhadap seseorang yang belum memiliki perasaan yang sama.

Remaja pada umumnya pasti akan mengungkapkan perasaan itu terhadap sosok yang di kaguminya dengan berbagai cara salah satunya PDKT ( Pendekatan ). Namun tidak denganku yang justru berusaha menyembunyikan perasaan itu darinya.

Bertahun-tahun lamanya perasaan itu aku simpan dengan baik di dalam hati. Meskipun rasa ingin memiliki itu selalu ada namun keraguan terhadap diri sendiri menjadi penghenti jiwa untuk menginginkan lebih darinya.

Pemahaman setiap orang memiliki kehidupannya masing-masing menjadikan diriku semakin ragu terhadap rasa yang aku simpan selama ini. Aku memang mencintainya, namun dia juga mencintai orang lain.

Aku juga sadar bukan hanya diriku yang ingin memiliki cintanya. Aku tidak tahu harus berbuat apa?
Berulang kali aku harus bersandiwara seakan tak peduli dengan siapa yang memiliki hatinya.

Meskipun komunikasi terjalin baik, sampai sekarang pun aku tidak mengetahui apa yang dia rasakan kepadaku. Apakah harus berjuang agar bisa menepis semua keraguan itu?

Satu hal yang selalu aku hindari yaitu "PACARAN" mungkin remaja lainnya berjuang itu mendapatkan cintanya dengan menjadi kekasih/pacarnya. Tapi berjuang yang aku maksud adalah sah secara agama dan juga secara negara.

Benar perjuangan itu adalah "PERNIKAHAN". Jelas berbeda, usaha yang dilakukan hanya untuk sekedar mendapatkan pacar dan usaha untuk mendapatkan kekasih hidup yang halal. Ini lah yang menjadi kebimbangan dalam diriku.

Bertahun-tahun masa mudaku aku gunakan untuk belajar dan terus belajar. Itu semua karena dulu aku di anggap orang bodoh oleh teman-teman dan juga masyarakat sekitar. Bagaimana tidak, saat SD aku selalu menepati posisi terakhir dalam urutan ranking kelas.

Bahkan pernah turun kelas dan juga gak naik kelas, sungguh parah kan, hehe.

Berkat itu, Sekarang hampir semua orang mengakui keberadaanku bahkan ada yang bilang aku jenius. Sebenarnya aku sama seperti orang pada umumnya, cuma yang membedakan ada satu hal yang aku pelajari sungguh-sungguh bertahun-tahun lamanya sampai sekarang yaitu "Teknologi".

Tentu bukan hanya itu, banyak hal yang telah aku lalui sehingga menjadi seperti ini dan apapun yang kita pelajari agama harus selalu diutamakan karena itu petunjuk jalan agar kita tidak tersesat dari jalan yang benar. Ku kira umurku sudah cukup layak membangun sebuah keluarga dan saatnya mencari jodoh yang sudah Allah tentukan.

Memanfaatkan masa muda untuk memantaskan diri, memperbaiki kesalahan yang telah lalu, mempersiapkan mental serta materi dan selalu belajar untuk lebih baik lagi. Ku kira itu bukanlah hal yang sia-sia meskipun aku harus mengorbankan kesempatan untuk dekat dengan wantia.

Karena aku sudah menyadari tujuan akhir mencintai bukan sekedar hubungan kekasih tapi pertanggung jawaban yang sangat besar mulai dari menikah, membangun keluarga, hubungan sosial, hubungan dengan Allah dan segala macam relasi yang terbentuk dari sebuah ikatan cinta.

Karena wanita sangat special bahkan aku takut untuk menyakiti hati seorang wanita, aku berusaha menjaga lisan dan juga tindakan agar apa yang aku lakukan menjadi pelindung dan membuatknya merasa aman. Memang ini bukanlah diriku yang dulu.

Yang selalu egois dan tak peduli dengan orang lain. Tapi sekarang aku menyadari tujuan hidup sebenarnya. Laki-laki adalah pemimpin yang harus bisa mengambil keputusan, kebijakan dan juga tindakan yang tepat.

Dalam memilih pasangan hidup, aku juga sudah belajar dalam mengelola perasaan dengan benar supaya bertindak bijak dan tidak menggebu-gebu dengan perasaan cinta yang tersimpan dalam hati.

Aku memang ingin mencintai namun dia yang sudah halal dimiliki. Itulah kenapa aku takut tak di cintai jika mencintai orang yang belum ada ikatan resmi. Sudah berapa kali dan berapa lama aku harus menahan cinta di dalam diam.

Bertahun-tahun sampai rasa sakit itu menjadi kekuatan yang mengubahku. Aku sadar masih banyak kekurangan sehingga aku pun takut untuk mendekatimu. Aku merasa masih belum pantas berada di sampingmu.

Aku ingin memilihmu menjadi pasangan hidupku, namun kamu juga punya pilihan yang bukan aku. Lalu bagaimana cara agar kita bisa saling ingin memiliki. Yang jelas kita banyak perbedaan namun jika kamu juga memiliki tujuan akhir yang sama. Mungkin kita bisa bersama.

Aku menyadari bagaimana mempersiapkan diri untuk masa depan. Aku juga sudah menemukan tujuan akhir kehidupan sehingga tak lagi dunia tujuan hidupku.

Bukan juga berarti aku tidak berusaha untuk dunia. Karena dengan dunia aku juga bisa lebih cepat mencapai tujuan akhirku.

Intinya waktu yang aku korbankan sejak dulu, demi mempersiapkan masa depan kita. Agar kisah masa lalu tidak terjadi kembali di keluarga kita nanti. Sehingga kita lebih mudah dalam membangun keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Meskipun ujian itu pasti ada namun aku yakin akan bisa melaluinya bersamamu.

Yakinkan aku jika kau memang jodohku. !!!
Namun jika Allah memiliki takdir lain, aku juga sudah siap menerima apapun yang terjadi. Aku tidak pernah memaksakan diri apalagi memaksa untuk mencintai. Karena aku sadar tidak semua harapan sesuai ekspetasi.

Jadi, tidak pernah ku berharap lebih kepada manusia karena hanya akan kecewa yang ku terima. Ku lebih berharap kepada sang pencipta karenaNya yang lebih tahu apa yang terbaik untuk hambanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ingin Mencintai Namun Takut Tak di Cintai"

Posting Komentar