Cerita Kisah Hijrah Inspiratif ukhti Lukita Della Vida


Kisah Hijrah Inspiratif ukhti Lukita Della Vida


Hijrah Ku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu...
Baiklah disini sebelum saya menceritakan bagaimana saya bisa seperti ini, saya ingin mengenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Lukita Della Vida, saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, usia saya saat ini 19 tahun. Saya mahsiswi Semester 4 Perbankan Syariah di sebuah Institut Agama Islam Negeri Curup (Bengkulu).

Ini kisah saya sehingga saya bisa menjadi sperti ini..

Saya adalah seorang wanita biasa, yang terlahir di keluarga yang tidak terlalu paham dengan agama. Tapi jangan salahkan saya, jika saya bisa memilih mungkin saya akan memilih terlahir dikeluarga yang paham dengan agama.

Tapi saya tidak pernah menyesal, karena saya terlahir dikeluarga yang begitu menyayangi saya dengan tulus. Ayah dan ibu yang begitu menyayangi saya dan mendidik saya dengan baik, walaupun didikan agama yang diberikan kepada  saya tidak terlalu mendalam. Tapi saya selalu diberi dorongan agar saya mau memperdalam ilmu agama saya.

Singkat cerita ketika saya duduk di Sekolah menengah pertama, saya sangat kuper..

ketika waktu itu saya belum mengenakan jilbab, karena pada waktu saya tidak mengetahui hukum memakai jilbab itu apa, minim sekali pengetahuan agama saya. Saya hanya pakai jilbab ketika disekolah, karena pada saat itu aturan berjilbab di terapkan disekolah saya.

Saya bukan siswa yang aktif, saya hanya memiliki beberapa teman saja, waktu itu saya belum mengenal dengan media sosial, bahkan akun facebook pun yang merata anak seusia saya pada saat itu merata sudah punya, saya belum mempunyainya. Jangankan mempunyai mengenalpun saya tak bisa.

Waktu saya hanya saya sibukkan untuk membaca diperpustakaan dan sedikit sekali untuk berkumpul bersama teman. Tidak seperti yang lain, mereka sudah mengenal dengan media sosial dan merekapun sudah mengenal arti pacaran.

Sebenarnya ada rasa iri, ketika teman saya bisa seperti itu, namun saya percaya dengan orang tua saya, mereka bukan tidak mampu membelinya, tapi mereka tidak ingin buah hatinya terpengaruh dengan hal buruk. Waktu berjalan begitu saja sampai ketika lulus dari sekolah menengah pertama saya terpengaruh dengan
hal buruk, saya mulai mengenal pacaran, dan ini hal yang paling saya sesali dalam hidup saya, karena saya terbujuk rayuan teman. Jangan salahkan saya, karena saya tidak tahu hukum pacaran dalam islam.


Tapi hal tersebut tidak bertahan lama, karena saya tidak terlalu paham dengan hal tersebut, awalnya saya bingung apa itu pacaaran? Yang saya hanya tahu bahwa pacaran adalah rasa bergetar hati ketika melihatnya (deg-deg an)...hehe

Entahlah dengan apa yang ku rasa saat itu, saya tidak munafik bahwa sayapun merasakan hal tersebut, namun kisah asmara pertama saya hanya hanya beberapa waktu saja, semuannya kandas begitu saja.

Dan Ketika saya lanjut ke sekolah Menengah atas, saya semakin melanggar perintah-Nya. Saya semakin lalai dengan segala hal disekitar saya. Awalnya saya hanya biasa saja, namun saat itu ada senior yang suka dengan saya, berawal dengan rasa yang biasa, dengan sikap cuek saya, namun dia berhasil menaklukkan hati saya..hehhe

Singkat cerita saya menjalin hubungan dengan dia, disinilah saya mulai lali dengan segala hal, termasuk shalat wajib pun masih bolong-bolong. Saya terbuai dengan apa yang saya rasakan saat ini.

Namun setiap asmara yang saya bangun, tidak pernah bertahan lama, hal ini karena saya mempunyai sifat mudah bosan. Sampai akhirnya ketika saya pernah mendengar ceramah guru saya mengenai apa itu hukum pacaran, saya sempat berhenti untuk pacaran. Yang saya tahu bahwa pacaran itu adalah perbuatan zina.

Singkat cerita, saya pernah mempunyai kekasih yang sayapun tidak tahu mengapa saya sangat mencintai dia, kalau kata Armada di Mabuk Cinta..hehhee

Saya menjalin hubungan sudah lama, namun semua juga sama hubungan saya juga berakhir. Karena rasa sakit hati yang saya miliki sampai suatu saat saya mempunyai tekad bahwa saya tidak akan pernah pacaran lagi. Dan hal itu terbukti, tapi hanya sampai saya lulus SMA.

Dan ketika saya masuk ke perguruan tinggi di Curup, hal ini yang akan membawa saya sampai seperti sekarang.

Awalnya saya hanya mahasiswi biasa, berpakaian layaknya mahasiswi lainnya, jilbab yang saya pakai hanya untuk menutup kepala, dan sampai saat itu saya belum paham akan makna jilbab. Bahkan mungkin baju yang saya pakai tidak sesuai dengan syari’at islam, saya masih sering menggunakan jilbab dengan membentuk punuk unta, baju dan an rok yang masih membentuk tubuh, bahkan saya adalah wanita yang sellau menggunakan jeans (celana levis), sayang di kampus saya tidak boleh menggunakan jeans, mungkin kalau boleh saya sudah memakainya.

Sampai saat itu saya pun masih memiliki hubungan dengan laki-laki yang saya sukai, maaf karena saya disini belum mengerti dengan makna pacaran, mungkin hidayah belum datang..hehehe


Mungkin saya juga yang belum terlalu peduli dengan agama saya. Saya yang gak terlalu mau memahami agama yang saya anut.

Sampai ketika saya semester 2, saya mulai merasakan hal yang belum pernah saya rasakan sebelumnya..(mungkin hidayah akan segera datang..hehe)

Saya sudah terbiasa dengan lingkungan disekitar saya, saya disana tidak tinggal dengan keluarga ataupun tinggal di asrama. Saya tinggal rumah kontakan, (itung- itung belajar mandiri..hehe)

Ketika itu, saya melihat seorang wanita yang masya allah, dia cantik alami tanpa make up, dengan baju dan jilbab yang besar. dan selain itu, saya pernah merasa (peka) kesindir sama dosen saya..heheh (aslinya mah saya bukan orang yang peka, tapi gak tahu pada waktu itu saya merasa kesindir banget, mungkin bener hidayah udah mulai datang..hehe)

Dan ketika itu saya mulai tertarik dengan bagaimana cara agar dapat menjadi wanita muslimah yang baik, sayapun mulai browsing dari internet (mbah google..hehe)

Sampai suatu malam saya merenungi diri saya, saya menyesal dengan diri saya, betapa banyak dosa yang saya miliki, dosa yang saya bebankan kepada ayh dan ibu saya. Saya tidak pernah menyadari dengan hal itu. Sampai ketika itu, saya berniat untuk memperbaiki diri saya dari masa jahiliyah saya, saya bertekad bahwa saya mampu.

Maaf saya lupa, waktu itu saya masih punya kekasih, tapi kami LDR..hehe

Dan saat itu juga saya mulai berfikir bagaimana cara saya memutuskan hubungan dengan kekasih saya. Dan ketika itu juga Allah Subhana wata’ala memberi saya petunjuk dengan cara-Nya yang luar biasa..

Ketika itu saya memakai alasan bahwa saya akan memakai jilbab yang lebar, dan saya berfikir bahwa untuk apa apa saya berjilbab tapi saya masih menjalankan zina (pacaran). Dan saat itu dengan tekad bissmillahirohman nirohim saya memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan dia lagi, mungkin juga ada perselisihan sedikit, tapi gak usah diceritain deh, saya malu..hehe

Tapi sebelum benar-benar saya realisasikan saya juga pernah merasa ragu, karena saya pernah hampir berbalik lagi, bukan berbalik apa, tapi membatalakan niat saya untuk semua itu. Karena saya berfikir, bahwa ketika saya memakai jilbab dan baju besar (sesuai syari’at) saya akan mendapatkan pekerjaan yang bagaimana?
Dengan jilabab dan baju saya yang besar.. dan saya juga berpikir apakah dengan tidak pacaran saya akan mendapatkan jodoh? Bagaimana carannya? Saya tidak mengenal dia... Namun Allah Subhana Wata’ala memberi jawaban atas semua keraguan yang saya rasakan.


Seperti bahwa Allah sudah menjanjikan bahwa rezeki tidak akan tertukar dan Allah Subhana Wata’ala menjanjikan bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya. (Q.S. An-Nur : 26)

Dan saat itu saya mulai merealisasikan niat saya, saya mulai mendalami Islam. Saya mulai mencari kajian dan teman-teman yang bisa membimbing saya untuk mencapai ridhonya..

Dan saat itu juga saya mulai memahami arti jilbab yang sesungguhnya, yang saya gunakan. Bukan hanya sebagai penutup kepala saja, melainkan juga sebagai penutup aurat wanita..

Saya mendapatkan surah yang menjelaska tentang makna jilbab dalam (Q.S. Al- Ahzab : 59). Yang artinya “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak- anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “ hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun, maha penyayang.

Sayapun pernah mendengar istilah bahwa satu langkah anak perempuan keluar tanpa berjilbab, maka satu langkah Ayah kita menuju neraka. Dan saat itu saya benar-benar tertampar dengan semua ini. Saya menyesali kenapa dari dulu saya tidak memahami ayat-ayat Allah yang luar biasa.

Saya benar tertampar dan saya berpikir berapa banyak dosa yang sudah saya berikan untuk ayah saya..

Dan saat itu saya mulai mantap dengan jalan yang saya pilih. Saya mulai memakai baju dan jilbab yang lebar, mungkin pada saat itu saya terlihat aneh dimata mahsiswa lainnya (seperti ibu-ibu), tapi alhamdullillah saya nyaman, dan Allah selalu menenangkan saya.

Namun banyak rintangan yang saya hadapi, jalan yang saya tempuh tidak semulus dengan apa yang saya bayangkan seperti awalnya orang tua saya kurang setuju, yang mereka inginkan anaknya memakai baju seperti wanita lainnya tapi tetap menutup aurat, berdandan cantik, dan tetap memiliki hubungan asmara. Namun perlahan saya mulai menjelaskan kepada orang tua saya, bahwa saya seperti ini, saya ingin agar ayah dan ibu masuk surga, saya ingin ayah dan ibu tidak menanggung dosa saya lagi. Akhirnya mereka memahami dan mengizinkan saya, saya sangat bersyukur Allah subhana wata’ala memudahkan saya.

Sejak saat itu saya mulai terpanah dengan islam..(kayak lagu afgan aja, panah asmara..hehe). dan saya menyesal kenapa tidak dari dulu... (penyesalan selalu diakhir kalau diawal namanya pendaftaran..hehe)


Tapi serius ya, saya benar-benar jatuh cinta dengan ISLAM, perlahan-lahan saya mulai meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Subhana Wata’ala. Dan mulai menjalankan perintah-Nya.

Saya mulai belajar juga arti menundukkan pandangan dengan lawan jenis, hal itu tidak mudah karena banyak orang yang masih menganggap bahwa hal itu tidak menghormati orang lain yang sedang berbicara..

Selain itu juga saya mulai tidak berjabat tangan dengan yang bukan mahram saya, itu semua tentu tidak mudah bagi saya yang pemula, saya sering di marah karena hal itu masih terlalu asing di lingkungan masyarakat. Padahal berjabat tangan dengan yang bukan mahram, ada hadis yang melarangnya..

Yang saya tahu sedikit, karena saya masih belajar. Dan ini hadis yang saya tahu janganlah laki-laki dan wanita yang bukan mahrom saling berjabat tangan, jika sampai berjabat tangan maka akan ditusuk kepala laki-laki tersebut dengan besi..(hehe itu yang saya tahu, untuk periwayatnya coba browsing digoogle)

Maafkan saya teman, mungkin kalian kecewa denga saya, tapi saya hanya ingin ridho dan surga Allah Subhana Wata’ala..

Saya hanya ingin diri saya lebih baik dari sebelumnya, pesan saya kepada kalian yang masih ragu dengan hukum islam, jangan pernah ragu, jalani dengan niat yang baik dan ikhlas,niat memperbaiki diri bukan karena seseorang tapi karena Allah subhana wata’ala..
jangan tunda sesuatu yang baik, laksanakan sekarang jika itu bisa kita lakukan.

Ayo mulai sekarang perbaiki diri kita, ajal gak bakal nunggu kita untuk taubat.. siapa tahu besok kita akan mati, kejarlah hidayah itu jangan menunggu hidayah datang...
ingat pesan wali “ berbuatlah baik untuk duniamu, seakan-akan kamu hidup selamanya, dan berbuat baiklah untuk akhirat mu, seakan-akan kamu besok tiada”...hehe

Mari kita perbaiki diri bersama-sama, jangan malu dengan ejekan atau cacian orang lain, mungkin saat ini kita akan menangis ketika kita dikatakan hal yang tidak baik tentang hijrah kita, tapi tenanglah di surga kelak kita akan tersenyum bersama..

Ingatlah Allah subhana wata’ala tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambanya..

Mari sama-sama kita buat inspirasi bersama, tegakkan islam.
kita perempuan tapi bukankah istri baginda Nabi Muhammad Shalallahhualai’hi wassalam berani membela islam, walaupun dengan taruhan nyawa...


Ini ceritaku, maaf jika masih banyak hal yang salah, karena saya masih belajar, saya tunggu cerita kalian ya ukhti-ukhtiku..

Dan jika kalian suka, dan bisa menjadi inspirasi alhamdullilah saya sangat bahagia, syukron yang mau membaca cerita saya..

Silahkan kirim cerita kalian

Gmail :  lukitadellavida.33@gmail.com

Siapa tahu bisa menjadi inspirasi yang lain...

semoga kita bisa menjadi sahabat ukhuwa fillah sampai Surga-Nya.. amin ya robbalallamin..
wassalamua'laikum warahmatullahi wabarakatu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Kisah Hijrah Inspiratif ukhti Lukita Della Vida"

Posting Komentar